4 Fakta Pendiri Bath dan Body Works yang Sokong Israel

Jakarta, CNBC Indonesia – Organisasi non-profit The Wexner Foundation baru-baru ini memutus hubungan dengan Harvard University, menuduh kampus top dunia tersebut bersikap acuh atas serangan Hamas ke Israel, dan malah membiarkan mahasiswa mereka menyuarakan dukungan kepada Palestina.

The Wexner Foundation sendiri didirikan oleh pengusaha Amerika Serikat Lexlie Wexner dan istrinya Abigail. Wexner memiliki kerajaan bisnis yang mencakup Bath & Body Works, Victoria’s Secret dan La Senza di bawah bendera L Brands. 

Berikut adalah sejumlah fakta dukungan Wexner terhadap Israel yang dikutip dari CNN Internasional:

1. Wexner Foundation stop donasi ke Harvard

Setelah memutus hubungan dengan Harvard, maka Wexner Foundation tak akan lagi menjadi donatur untuk kampus tersebut. Padahal, sebelumnya mereka adalah salah satu donatur terbesar di Harvard. 

“Kami terkejut dan muak dengan kegagalan pemimpin Harvard dalam mengambil sikap yang jelas dan tegas terhadap pembunuhan biadab terhadap warga sipil Israel yang tak bersalah,” kata para pemimpin Wexner Foundation, seperti dikutip dari CNN Internasional, Kamis (23/11/2023).

“Nilai-nilai yang kami anut sudah tak lagi sejalan dengan Harvard.”

2. Wexner tuduh Harvard mendiskriminasi orang Israel 

Wexner menuduh, dalam beberapa tahun terakhir Harvard Kennedy School (HKS) tak lagi menjadi tempat yang aman untuk menyuarakan beragam perspektif. Dan karena itu, rekan-rekan Wexner merasa suara mereka dibungkam.

“Banyak rekan Israel kami yang tidak lagi merasa terpinggirkan di HKS,” kata pernyataan itu. “Mereka merasa ditinggalkan.”

3. Misi Wexner Foundation mendukung komunitas Yahudi 

Wexner Foundation mengatakan misinya adalah mendukung dan menginspirasi para pemimpin komunitas Yahudi Amerika Utara dan Israel melalui program dan beasiswa untuk para profesional yang brilian.

Yayasan ini memiliki hubungan erat dengan Harvard, mereka mendukung program beasiswa di Kennedy School of Government yang memungkinkan para profesional pemerintahan dan layanan publik di Israel untuk belajar di Harvard selama satu tahun.

4. Tanggapan dari Harvard

Menanggapi kejadian ini, perwakilan dari Harvard Kennedy School merujuk pernyataan Presiden Harvard, Claudine Gay, dan dekan Kennedy School, Doug Elmendorf, yang mengatakan bahwa universitas menolak semua bentuk kekejaman dan terorisme.

“Orang-orang bertanya kepada saya di mana posisi kami. Jadi, biarkan saya menjelaskan. Universitas kami menolak terorisme, termasuk kekejaman barbar yang dilakukan oleh Hamas,” kata Gay.

“Universitas kami menolak kebencian, termasuk kebencian terhadap orang Yahudi, kebencian terhadap Muslim, kebencian terhadap setiap kelompok orang berdasarkan agama, asal nasional, atau aspek identitas mereka,” lanjut Gay.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bruno Mars Batal Konser di Israel, Padahal Tiket Sold Out


(hsy/hsy) 

Updated: November 24, 2023 — 1:10 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *