8 Update Terkini Israel Vs Hamas: PBB Murka-AS Perangi Houthi

Jakarta, CNBC Indonesia – Serangan Israel ke Jalur Gaza dan Tepi Barat (West Bank) makin membabi-buta. Setidaknya 10 warga Palestina dilaporkan tewas dan banyak lainnya terluka dalam serangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara.

Sementara tiga bangunan tempat tinggal telah dibom di Rafah, dengan sedikitnya 29 orang tewas dan banyak lagi yang dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan.

Berikut update situasi terkait Gaza, Tepi Barat, dan sekitarnya, seperti dihimpun CNBC Indonesia dari berbagai sumber pada Selasa (19/12/2023).

Israel Serang Kamp Jabalia

Setidaknya 13 warga Palestina tewas dan 75 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia, di Gaza utara. Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza.

Jabalia telah berulang kali diserang oleh pasukan Israel sejak perang dimulai pada 7 Oktober.

Dengan luas 1,4 km persegi, Jabalia adalah kamp pengungsi terbesar dari delapan kamp pengungsi di Gaza dan telah menampung sekitar 116.000 pengungsi terdaftar, banyak di antaranya bergantung pada makanan, obat-obatan, dan bantuan lain yang disediakan oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina.

Tentara Israel Hentikan Sementara Operasi di Janina, Rafah

Juru bicara militer Israel Avichay Adraee melalui media sosial X mengatakan pasukannya telah melakukan jeda taktis berlangsung dari pukul 10:00 hingga 14:00 waktu setempat untuk “tujuan kemanusiaan”.

Namun, juru bicara tersebut memperingatkan bahwa warga sipil tidak boleh bergerak menuju “Poros Salah al-Din” di utara dan timur Khan Younis karena pertempuran sengit. Dia mengatakan bahwa warga sipil dapat menggunakan “poros bypass” di sebelah barat Khan Younis untuk tujuan kemanusiaan.

Pasukan Israel Tahan Ratusan Orang di Rumah Sakit Al-Awda

Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, telah memberikan informasi terkini tentang situasi di Rumah Sakit Al-Awda di Gaza utara.

Berikut rinciannya:

– Pasukan Israel telah mengubah rumah sakit menjadi barak militer.

– Mereka telah menahan 240 orang, termasuk 80 staf medis, 40 pasien, dan 120 pengungsi, di dalam rumah sakit.

– Pasukan Israel telah menangkap enam staf rumah sakit, termasuk Ahmed Muhanna, direktur fasilitas tersebut.

Serangan Israel Tewaskan Puluhan Warga Palestina

Serangan terbaru Israel menewaskan sedikitnya 28 warga Palestina di Gaza selatan dan pasukan menyerbu salah satu rumah sakit terakhir yang masih berfungsi di wilayah utara.

Associated Press melaporkan serangan tersebut, yang dilancarkan sebagai respons terhadap serangan Hamas di Israel pada tanggal 7 Oktober, telah menewaskan hampir 20.000 warga Palestina dan membuat sekitar 1,9 juta orang mengungsi, menghancurkan sebagian besar wilayah utara Gaza dan memicu serangan terhadap sasaran AS dan Israel di seluruh wilayah tersebut.

Di sisi lain, serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah oleh pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran telah menyebabkan perusahaan pelayaran besar – serta perusahaan minyak dan gas BP – menghentikan perdagangan melalui jalur air penting tersebut. Hal ini pun mendorong AS dan sekutunya untuk meluncurkan misi baru untuk melawan ancaman tersebut.

PBB Murka

Para pejabat PBB pada Selasa menyuarakan kemarahan dan ketidakpercayaan mereka mengenai situasi di rumah sakit di Gaza, di mana Israel menyerang orang-orang yang terluka tidak mempunyai persediaan dasar dan anak-anak yang baru pulih dari amputasi terbunuh dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Saya sangat marah karena anak-anak yang baru pulih dari amputasi di rumah sakit kemudian dibunuh di rumah sakit tersebut,” kata James Elder, juru bicara badan anak-anak PBB, seperti dikutip The Guardian.

Dia menambahkan bahwa Rumah Sakit Nasser, rumah sakit operasional terbesar yang tersisa di wilayah kantong tersebut, telah diserang dua kali dalam 48 jam terakhir.

Margaret Harris, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti dilaporkan Reuters, menggambarkan situasi di rumah sakit Gaza “di luar dugaan” dan “tidak masuk akal”.

Komunitas Internasional Membisu

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan pihaknya “terkejut” atas apa yang mereka sebut sebagai “diamnya” komunitas internasional di tengah serangan yang sedang berlangsung oleh pasukan Israel di wilayah utara.

Juru bicara Ashraf al-Qudra mengatakan “pembantaian” di daerah tersebut terjadi karena tidak adanya layanan kesehatan akibat “penghancuran rumah sakit” oleh tentara Israel.

“Itu berarti pendudukan (Israel) bersikeras melakukan genosida terhadap penduduk,” tambahnya.

Jumlah Korban

Kementerian Kesehatan Palestina dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), seperti dikutip Al Jazeera, mencatat setidaknya ada 19.453 korban tewas, termasuk sekitar 7.729 anak-anak dan 5.153 wanita per Selasa (19 Desember 2023).

Korban luka-luka melebihi 52.286 orang, termasuk 8.663 anak-anak dan 6.327 perempuan. Setidaknya 8.000 warga juga dilaporkan hilang di Gaza.

Sementara di Tepi Barat, tercatat 301 orang tewas, termasuk sekitar 72 anak-anak dan lebih dari 3.365 dilaporkan luka-luka.

Sementara jumlah korban di Israel kembali direvisi. Korban tewas pada serangan Hamas 7 Oktober lalu berubah dari 1.400 menjadi 1.200 orang. Sementara luka-luka 8.730 orang.

Setidaknya total 66 jurnalis telah terbunuh sejak perang Israel-Gaza dimulai pada 7 Oktober. Menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ), sebanyak 59 jurnalis Palestina, 3 jurnalis Lebanon, dan 4 jurnalis Israel telah terbunuh.

AS Cs Perangi Houthi

Amerika Serikat (AS) mengumumkan koalisi 10 negara untuk “memadamkan” serangan rudal dan pesawat tak berawak (drone) Houthi di Laut Merah. Sebelumnya, kelompok pemberontak di Yaman itu, menyerang kapal-kapal yang diyakini hendak menuju Israel sebagai bentuk protes akibat perang di Gaza, Palestina.

Dalam pernyataan Senin waktu setempat, Inggris, Perancis, dan Italia termasuk di antara negara-negara koalisi. Ada pula Bahrain, Kanada, Belanda, Norwegia, Seychelles, dan Spanyol.

“Negara-negara yang berupaya menjunjung prinsip dasar kebebasan navigasi harus bersatu untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh aktor non-negara ini,” kata Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP, Selasa (19/12/2023).

“Koalisi keamanan, akan beroperasi dengan tujuan memastikan kebebasan navigasi bagi semua negara dan memperkuat keamanan dan kemakmuran regional,” tambahnya.

Serangan Houthi memang telah meningkatkan sejak Oktober, sering meletusnya perang Israel ke Hamas di Gaza. Kelompok itu menyerang kapal tanker, kapal kargo dan kapal lainnya di Laut Merah, yang bisa membahayakan rute transit yang membawa hingga 12% perdagangan global.

Houthi mengatakan serangan sebagai solidaritas terhadap Gaza. Terbaru kapal Swan Atlantic milik Norwegia dan kapal lain yang diidentifikasi oleh Houthi sebagai MSC Clara mendapat serangan rudal kelompok ini.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Detik-Detik Pasukan Israel Siap Masuki Gaza, Keadaan Mencekam


(luc/luc) 

Updated: Desember 19, 2023 — 3:00 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *