Hilirisasi Industri Sawit RI Disebut Minim Riset, Kok Bisa?

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia ternyata belum bisa memaksimalkan kelapa sawit untuk industri. Padahal nilai tambah komoditas ini akan semakin besar jika bisa dimaksimalkan secara benar. Rektor Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin University) Agus Pakpahan menyebut pentingnya industrialisasi hilir kelapa sawit di Tanah Air.

“Lebih dari 100 tahun sawit sudah hadir di Sumatra Utara. Walau sudah lahir lebih dari 100 tahun, kita bisa lihat industri hilir kelapa sawit tidak lahir di Sumatra Utara padahal nilai tambah sawit ada di industri, makanya dikelompokkan sebagai tanaman industri, makanya harus maju industrinya kalau mau dapat nilai tambah ke dalam,” katanya dalam Pertemuan Nasional Petani Sawit Indonesia¬†APKASINDO di Jakarta, Kamis (7/12/23).

Sayangnya industri kelapa sawit belum maju, hal itu terlihat dari Product Complexity Index. Padahal Indonesia sebagai penghasil sawit terbesar di dunia memiliki potensi untuk memajukannya.

“Apa indikator kita belum maju? Berdasarkan Product Complexity Index, Ranking dari 1.420 komoditas yang diklasifikasikan itu ranking 1411 dengan -2,4 product complexity index, artinya produk kelapa sawit yang dihasilkan di dunia dan Indonesia karena mayoritas Indonesia, konten sains and teknologi rendah, artinya ilmu pengetahuan sudah ke mana-kemana tapi produk yang dihasilkan sawit nilainya masih -2,4,” sebut Agus.

Lebih lanjut Ia menyebut adanya satu literatur yang menunjukkan bagaimana Malaysia tidak rugi dalam industri karet 1970-an. Ternyata anggaran riset dan pengembangan (RnD) yang menguatkan per kapita pertanian untuk pertanian di sana, termasuk perkebunan, jauh lebih besar dari AS.

“Mengapa sawit besar? Ada kekuatan tahun 80-an nasional PBSN (Perkebunan Besar Swasta Nasional), gimana PBSN ini jadi PBSPN Perkebunan Besar swasta dan Petani Nasional. Yang membuat PBSN kuat karena kredit BLBI, kedua HGU pertanahan ketiga transmigrasi dan dukungan lain,” sebut Agus.

“Kalau kita menuju Indonesia Emas 2045, sinergi swasta, petani, BUMN dalam merajut model tersebut dengan BPDPKS paling depan Insya Allah 6 juta hektare kebun petani bukan sebagai hanya pemasok TBS -2,4, kita bisa menaikkan jadi plus,” tukasnya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Gelaran Lomba Dokumenter Kelapa Sawit


(dce) 

Updated: Desember 7, 2023 — 5:45 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *