Jasa Marga Gelontorin Rp10 T di 2024, Ternyata Buat Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten pengelola jalan tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 10 triliun untuk tahun 2024 untuk investasi.

Direktur Keuangan Jasa Marga Pramitha Wulanjani mengatakan, penggunaan besaran capex tersebut tergantung dari proses pembebasan lahan dan progres konstruksi di jalan tol baru yang saat ini sedang digarap.

“Progres pembebasan lahan juga bergantung pada alokasi budget pemerintah, karena dana pembebasan lahan menjadi tanggung jawab dari pemerintah,” ujarnya dalam Public Expose, Senin (27/11).

Pramitha menjelaskan, dana capex tersebut cukup besar karena biaya pembebasan lahan dan konstruksi, serta penyesuaian kapasitas keuangan perseroan.

Jasa Marga menargetkan kenaikan pendapatan jalan tol lebih dari 10% pada 2023 dan sekitar 8%-10% pada 2024. Investor Relations Department Head Jasa Marga Milka Theodora mengatakan, target tersebut seiring dengan mobilitas masyarakat yang meningkat.

“Pertumbuhan pendapatan jalan tol lebih dari 10% pada 2023 dengan margin EBITDA 62%-63%,” ujarnya dalam Public Expose Live 2023, Senin (27/11).

Selain itu, optimisme tersebut juga didorong oleh operasional jalan tol baru. Saat ini perseroan memiliki 36 konsesi jalan tol sepanjang 1.736 kilometer (km) dan mengoperasikan 1.260 km jalan tol. Dari jumlah tersebut, sebanyak tiga ruas beroperasi sebagian yakni Serpong-Cinere, Bogor Ring Road, dan Ngawi-Kertosono-Kediri.

Selain itu, lima konsesi jalan tol sedang dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi, yakni ruas Jakarta-Cikampek II Selatan, Akses Patimban, Yogyakarta-Bawen, Yogyakarta-Solo, dan Probolinggo-Banyuwangi.

Milka mengungkapkan, kinerja kuartal III belum dapat dipublikasi, namun hingga kuartal II atau semester I tahun ini, pendapatan usaha JSMR di luar pendapatan konstruksi tercatat sebesar Rp 6,98 triliun. Angka tersebut naik 4,9% dari Rp 6,65 triliun pada paruh pertama 2022.

Milka menjelaskan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi JSMR pada semester I tahun 2023 tumbuh sebesar 12%dibanding tahun sebelumnya apabila tidak memperhitungkan pendapatan tol Jakarta-Cikampek II Elevated (JJC) yang sudah didivestasi pada kuartal IV tahun 2022.

Jasa Marga menargetkan untuk mengoperasikan Jalan Tol Cinere – Serpong Seksi 2 sepanjang kurang lebih 3,64 km pada akhir 2023. Harapannya, dapat mendorong konektivitas khususnya di wilayah Jabodetabek karena dengan beroperasinya jalan tol ini akan menghubungkan jaringan jalan tol JORR 2.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ini Penyebab Saham Jasa Marga Naik Hampir 10%


(rob/ayh) 

Updated: November 28, 2023 — 4:15 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *